Warung Bebas
Showing posts with label Puisiku. Show all posts
Showing posts with label Puisiku. Show all posts

Saturday, February 16, 2013

Puisi Gombal Love Me Lovely

Love Me Lovely !!!

Aku berjalan menyusuri jalan setapak yang sempit,
Di tengah kegelisahan zaman, dikelilingi topeng kemunafikan.
Berharap masih ada tangan yang tulus meraihku,
Membawaku ke taman kebahagiaan abadi tanpa batas.

Aku tertatih, letih mengutuk setiap langkahku,
Ku terhampar pasrah, menyerah selamanya,
Hingga kau datang melayangkan tamparan di keningku,
Kau tersenyum lirih, menyiratkan pesan kedamaian.

Hatiku terbuka, bangkit dari kekosongan dan keluhan,
Aku sadar masih ada sinar cahaya di kegelapan malam,
Masih tersisa kesetiaan di pekatnya kabut fajar,
Masih ada sehelai cinta sejati yang dapat ku rajut.

Engkau adalah jawaban atas pencarian cintaku,
Yang mampu memupuk dan menyirami hatiku yang usang.
Engkau adalah batas segala penjuru di perjalananku,
Yang mampu menuntunku melewati sisa hidup dengan islami.

Love me lovely today anda everyday,
Till the death angel take my last breath !!!

luffy kiss nami in anime one piece

Puisi Gombal Love Me Lovely
Makna coretan di atas adalah sesorang yang mencari cinta sejati dari orang yang berhati dan berakhlak baik, tulus dan mulia. Ia hampir menyerah karena seperti yang kita ketahui di zaman sekarang ini, sangat susah mencari orang dengan kriteria tersebut.

Saat itulah, datang seseorang yang mulai mengisi hari-harinya. Si pencari cinta ini menyadari bahwa orang tersebut adalah yang ia cari selama ini. Ia pun jatuh hati padanya dan ingin menjalin cinta bersamanya hingga akhir hayatnya.

Demikian puisi cinta yang kiranya penyusunan dan penggunaan katanya masih jelek. Tapi biarpun begitu, makna yang tersirat bagus, cocok buat dijadikan rayuan gombal bagi target maupun pacar anda.

Tuesday, January 8, 2013

Puisi Kenangan Cinta Masa Lalu

Kenangan Cinta Masa Lalu

Titik jemu sering menjadi benalu di pikiranku,
Merasa penat sangat, terjun ke dalam dunia kehampaan,
Melumpuhkan minat, memudarkan semangat,
Saat itulah bayangan wajahmu menerobos pintu hati.

Ku coba bangkit penuh keraguan,
Tak kuasa, tak mampu ku menolak kehadiranmu,
Tapi ku tak ingin merangkai kata tentangmu di anganku,
Menuliskan lagi alur cerita cinta saat bersamamu.

Terlalu indah...
Kala engkau menggenggam telapak tanganku,
seakan hari tua akan kita lampaui bersama.
Kau pun membelai lembut wajahku dengan mesra,
meyakinkanku bahwa akulah yang terikat tali jodohmu.

Begitu indah...
Saat engkau mendekap erat tubuhku penuh manja,
seakan setiap hembus nafasku selalu berarti.
Kau pun mengecup bibirku dengan kasih sayang,
meyakinkanku bahwa akulah yang menjadi pemimpinmu.

Tapi.....???

Kenangan Cinta

Puisi Kenangan Cinta Masa Lalu
Jika kita memiliki kenangan indah terutama dengan orang yang sangat dicintai, biasanya kita akan merindukan saat-saat indah dengan orang tersebut. Apalagi bila kita merasa bosan dan jemu, kemudian melamun. Kalau puisi jelek di atas menceritakan lamunanku tentang salah seorang mantanku yang paling aku sayangi, biarpun bukan cinta pertamaku.

Ya karena aku nggak suka melamun, jadi aku paksa saja menulis puisi ini. Karena kenangan cinta masa lalu tersebut tidak akan merubah apa-apa, hanya membuat hidup berjalan ke belakang. Padahal kan esok masilah panjang dan sejuta warna siap melukis lembaran kisah hidup kita. Oleh karena itu, jangan biarkan diri anda selalu tenggelam dalam kenangan masa lalu.

Btw maaf puisinya nggak aku lanjutin karena malas meneruskannya he he. Kalau nggak ada kerjaan, anda yang meneruskan ya.

Thursday, December 13, 2012

Puisi Senja: Renungan Sore

Puisi Senja: Renungan Sore

Kala senja berkilau cahaya emas menyapamu,
Mendekapmu hangat selaksa ibu memeluk anaknya,
Adakah engkau menyadari kebesaran Tuhan,
Akankah kau bersyukur atas karunia-Nya.

Ketika hembusan angin menyisir kulit di sekujur tubuhmu,
Menawarkan kesejukan pada gersangnya pori-porimu,
Adakah kau sadar hidup ini hanyalah persinggahan,
Akankah kau berusaha meraih kebahagiaan sejati.

Saat senja semakin kabur dari jarak panjang,
Mengiringi langkah mentari yang kian terbenam,
Adakah terlintas di benakmu tuk membasuh wajah kusutmu,
Akankah kau bersujud dan berdoa pada-Nya.

Renungkanlah wahai kawan,
Atas tutur kata yang telah terucap,
Atas tindak-tanduk yang telah tegerak,
Demi pijakan dan pergerakan di hari esok.

Senja Sore Hari

Itulah puisi senja yang aku tulis di sore hari ini tentang sebuah renungan sore dengan harapan menyadarkan kita dan memberikan manfaat untuk hidup yang lebih baik.

puisi matahai tenggelam
puisi sore yang indah
kumpulan puisi senja hari
syair renungan kehidupan

Wednesday, November 21, 2012

Puisi untuk Bapak Dosen: Aku Jemu

Aku Jemu

Mendengarmu berceloteh,
Daun telingaku kian mengecil,
Menciut sesak dalam lubangnya,
Hingga tiada bunyi menggugah pikiran.

Memandangmu beserta materimu,
Kelopak mataku tak kuasa terbuka,
Ku paksa terbelalak, menatap tajam,
Sampai pandanganku kosong hampa.

Menghadiri kelas mata kuliahmu,
Detik jarum jam seakan tertidur tuk berdetak,
Ruangan seakan penuh dengan jeritan jiwa,
Tinggallah hasrat untuk kembali pulang.

Wahai bapak dosenku,
Adakah engkau menawarkan air di panasnya hati,
Akankah kau menabur harum bunga di otak yang usang,
Atau apakah rasa jemu takkan terganti?.

Puisi untuk Bapak Dosen: Aku Jemu (end)

puisi aku jemu

Curahan Hati
Itulah sebuah puisi jelek yang aku buat waktu di kelas yang membosankan. Saat kebanyakan mahasiswa menulis apa yang diterangkan oleh pak dosen, aku tetap santai bermain game. Jenuh ngegame, tanganku bergerak sendiri untuk merangkai kata sebagai ungkapan hati.

Sebelumnya maaf, aku menulis kata-kata yang mencerminkan anda dari sisi negatif. Tapi aku sudah bosan dengan keadaan yang terus seperti ini, aku ingin pendidikan yang layak...... Yang mungkinkah aku dapat dari negeri ini???.

Monday, October 1, 2012

Puisi Pagi | Sebuah Harapan

Puisi Pagi | Sebuah Harapan

Fajar tertepis hangatnya sinar mentari,
Walau ku masih ingin memeluk kedamaian pagi,
Menenangkan jiwa yang kian rapuh,
Terkikis kesepian hati yang berlarut-larut.

Hari yang berlalu adalah hampa,
Kosong, ibarat tersesat di hamparan padang ilalang,
Tanpa arah, mengalir menggapai nafsu,
Menepiskan akal, tenggelam dalam dunia fatamorgana.

Ku berharap hari ini benar-benar ada,
Tak hanya diam, terinjak takdir kehidupan,
Tak hanya bersandar alasan, berpaling dari kenyataan,
Karena ku ingin melukis pelangi di sepanjang hidupku.

puisi pagi

Nasehat:
Hidup lebih menyenangkan jika penuh warna, tak peduli warna apa yang akan kita tuangkan pada lembar kehidupan kita.

tags: puisi, pagi, harapan, syair, kehidupan

Friday, September 7, 2012

Puisi Mendung Tenggelam

Puisi Mendung Tenggelam

Hitam awan menahan laju sinar mentari,
Tapi terang takkan tenggelam,
Masih ada walau kian memudar.

Ku nanti hujan sembari menuang emosi,
Menggali kata yang berwarna hitam,
Terpadu irama, terlantun indah.

Rintih hujan masih ku tunggu,
Pekatnya mendung masih ku harapkan,
Nurani meronta membuka jendela langit.

Ku kenal putih dan hitam,
Ku pahami gelap dan terang,
Tapi irama syairku kelabu.

Awan Langit Mendung

tags: puisi, awan mendung, langit mendung, hujan, mentari

Sunday, July 8, 2012

Puisi Malam Ini

Puisi : Malam Ini

Malam ini kurasa perih menggores hati,
segenap tawa terbungkam mati,
sejuta asa terbunuh sepi,
raga pun tak sanggup berdiri.

Kemana harus ku langkahkan kaki,
semua jalan terasa berduri.
Dimana harus ku cari kebahagiaan sejati,
di hulu dunia tiada ku temui..

Malam Kesedihan

Malam ini pikiranku kalut,
bersemayam di ujung maut,
tiada tali cinta yang dapat dirajut,
hanya amarah yang kian menyulut.

Pergilah risauku bagai kentut,
agar jalan hidupku tak lagi semrawut.
Ku berdoa sembari bersujud,
agar motivasiku takkan pernah surut..

Puisi Malam ini (end).

Wednesday, June 27, 2012

Noda Hukum Indonesia | Sebuah Puisi

Noda Hukum Indonesia
(Sebuah Puisi)

Kaulah buah pikiran idealis atas nama keadilan,
Tertuang pada setumpuk kertas lusuh demi perdamaian,
Rasa damai yang memperkokoh benteng kaum kapitalis.

Kini kau beranak-pinak mengimbangi masa,
Terurai rinci penuh pertikaian dalam pembahasannya,
Saling menikam hanya demi kepentingan para birokrat.

Hukum yang memaksa,
Tapi tak mampu melihat dengan kedua mata,
Karena kau telah menjadi budak para penguasa.

Hukum yang tegas,
Tapi hanya menjerat dengan tali usang yang rapuh,
Karena roda politik menginjakmu penuh penghinaan.

Hukum Indonesia,
Hukum yang tak berisi nilai dan norma,
Karena tiap pasalnya tersirat kepentingan politik.

Hukum Indonesia,
Hukum yang telah ternoda sejak lahir,
Dan semakin kotor saat melangkah.

Noda Hukum Indonesia

Makna Puisi Noda Hukum Indonesia
  • Induk hukum indonesia adalah kitab undang-undang zaman penjajahan belanda, dan ironisnya sebagian besar pasal di KUHP KUHPer dan KUHD masih diberlakukan. (bait I)
  • Semakin kompleksnya permasalahan sosial, pemerintah membuat penjabaran yang lebih rinci dari kitab undang-undang, seperi UU Kepres Perpu Perda. Dan setiap kali membahas tentang draft atau rancangan, pasti selalu ada pro dan kontra. (bait II)
  • Hukum bersifat tegas dan memaksa, namun hukum masih menerapkan pandang bulu. (bait III dan IV)
  • Hukum selalu identik dengan politik, tapi hukum bukanlah politik. Hukum bertugas untuk mengontrol kehidupan politik di negara kita. Akan tetapi, anehnya malah hukum menjadi budak dari politik. (bait V)
  • Kesimpulan, yap hukum memang sudah penuh noda sejak pembuatannya. Dan semakin kotor dalam penerapannya, maklum banyak aparat penegak hukum yang nggak becus dan para penguasa juga sibuk nyari popularitas. (bait VI)

Puisi Gaya Bebas
Noda Hukum Indonesia (end).

Friday, June 15, 2012

Puisi: Amanah Ibu

Puisi: Amanah Ibu

Wahai ibu,,,
Tiap amanahmu ku simpan jauh di lubuk hati,
Hingga tak terjangkau akal, walau hanya sekedar mengucapkan salam,
Membatu menjadi karang, tenggelam dalam keruhnya mata air.

Kau titipkan lagi untaian harapanmu,
Tanpa mengerti aku t'lah mendustai ketulusanmu,
Terus seperti itu, berulang dalam siklus kemunafikan ...

Amanah yang sederhana, berbalut kesucian dan kasih sayang,
Tulus tanpa tersirat pembalasan materi,
Hanya raut cerah wajahku di esok hari yang engkau inginkan,
Namun dunia menolakku,
Menepiskanku di taman eden yang kumuh ...

Ku ingin mencium telapak kakimu,
Tapi tekat tak cukup teguh tuk berpegangan ...

Ku hanya bisa menanti hari itu,
Sembari mendaur-ulang tiap bait yang terlanjur tertulis...

Amanah Ibu | Puisi

Puisi ini untuk Ibunda Tercinta.

Friday, May 18, 2012

Puisi untuk Kota Gresik

Puisi ini kubuat beberapa minggu yang lalu saat mudik ke kota industi, Gresik. Aku ngerasa alam dan manusianya semakin berubah drastis, bukan ke arah positif tapi sebaliknya.Yang terparah adalah panas yang sangat sangat menyengat, dan yang bikin tambah nggak betah adalah super gerah, nggak peduli siang dan malam. Berikut ini puisi yang aku peruntukkan untuk kota asalku, Gresik.

Kota Gresik

Puisi untuk Kota Gresik

Birunya langit terjangkau jarak pandang mata,
Menyeluruh sempurna tak terbatas.

Terik mentari meradang, menusuk tajam,
Tanpa awan sebagai penyaring,
Tanpa angin yang membelai dedaunan.

Panas gersang
Kering tandus
Debu jalanan menyeruak
terhembus gesekan ban roda dan aspal.
Menempel lengket,
Menyatu dalam keringat.

Inilah pembalasan,
Karma atas dosa-dosa yang kau siram,
Walau belum sebanding dengan noda yang kau torehkan
dengan prestasi yang kau ingkari.

Kota Gresik, kota berhias iman,
Beriman kepada perusakan dan pencemaran alam.
Kota Gresik, kota industri,
Industri yang beralaskan tangisan para petani.

Akankan saat dulu masih dapat ku rasa,
Masa dimana aku dapat menghirup udara bersih...???

Puisi untuk Kota Gresik

Sebenarnya masih banyak unek-unek yang ingin aku tuangkan dan bagikan, pokoknya pada intinya Kota Gresik parah deh, panas dan gerahnya melebihi kota elit jakarta dan surabaya. Kalau nggak percaya coba rasakan sendiri, tapi ingat jangan bingung kotanya dimana karena kotanya penuh dengan pabrik industri. Sekian dulu coretan untuk hari ini terkait Puisi untuk Kota Gresik.

Thursday, May 10, 2012

Popularitas dan Eksistensi

Hati nurani negaraku berubah-ubah
Tapi kulit yang cacat takkan pernah terkelupas..

Eksistensi dan popularitas menjadi harga mati
Nilai dan norma tertuang dalam aneka topeng
Hanya demi nama yang tercantum di wacana koran pagi
Hanya demi wajah yang tersiar di layar televisi..

Popularitas dan Eksistensi

Artis yang hanya mengenakan sehelai benang
Penyanyi yang terbiasa menggigit lidah
Politikus yang gemar membuat teka-teki
Partai politik yang suka mengedipkan mata
Mahasiswa yang suka bermain di jalanan
Ormas yang tak mengenal musyawarah
PNS berpenampilan pendekar dengan kain di dahinya
Alim ulama yang sibuk membuat fatwa..

Mereka tak ingin tertinggal
Tugas dan amanah tergeser menjadi sunah
Membuat sensasi lah yang merupakan kewajiban
Ya, popularitas telah membutakan mata hati...

Media masa tersenyum karenanya
Para penyiar tak henti-hentinya beceloteh seperti burung camar
Para wartawan terus berburu selaksa malaikat pencabut nyawa..

Popularitas menjelma menjadi ideologi bangsa
Tak ada peraturan yang mampu menahannya
Maupun norma agama yang dapat merajamnya..

Negaraku,
Negara yang tak membutuhkan kebenaran
Karena warganya dahaga akan kabar dan isu
Entah sampai kapan.....

Puisi Gaya Bebas
Puisi Tentang Negara Indonesia
Sajak tentang Popularitas dan Eksistensi

Tuesday, April 24, 2012

Melukis Cakrawala

Melukis Cakrawala

Aku sudah lupa kapan terakhir menghabiskan detik demi detik denganmu,
Duduk bersama ditemani musim yang terus bergulir...

Aku rindu memandangi langit,
Meleburkan imajinasi yang kita punya dengan wajahnya yang terus berubah,
Menghitung taburan bintang dalam gelap,
Menerka-nerka bentuk awan pada langit biru,
Menatap was-was kilatan petir dari balik jendela,
Menghitung tetesan gerimis sambil berdoa dalam hati,
Menunggu redanya hujan dalam kelabu,
Menyambut eloknya pelangi yang hanya sesekali singgah...


Kapan lagi aku melakukannya denganmu?
Bersama melukis cakrawala sesuai daya hayal yang semu,
Pada hari, bulan, tahun atau musim apa nantinya
Entahlah...
Biarkan takdir yang mengaturnya...

Melukis Cakrawala
Puisi dan Syair Sebuah Pengharapan

Friday, April 20, 2012

Tapi Aku Bahagia

Setiap detik ku benamkan diri dalam kesendirian,
Ku sandarkan hati dalam kebekuan malam,
Ku sempitkan hamparan pola pikirku,
Tapi aku bahagia.

Raut wajahku selalu tampak kosong tanpa beban,
Menatap sayu kedalam ruang kehampaan,
Sesekali menyorot tajam seakan menantang,
Tapi ku tahu pasti satu titik tujuan.

Tapi Aku Bahagia

Akulah manusia individualistik,
Tak peduli apa yang mereka nyanyikan,
Entah nasehat ataupun ocehan sampah,
Yang penting Aku Bahagia.

Aku selalu menantikan malam,
Karena kesunyian membawakan ketentraman batin.
Aku selalu mengharapkan hujan,
Karena takkan ku dengar lagi kebisingan jalan.

Aku bahagia walau kini rasa resah melingkari hidupku.
Aku bahagia meski ku tak tahu makna yang tersirat dalam puisi ini.

Puisi Kebahagiaan
Puisi Tapi Aku Bahagia

Monday, April 16, 2012

Amarah dalam Dada

Amarah dalam Dada

Ku hirup dalam tiap hela nafasku,
Walau udara berbaur debu jalanan,
Ku lepaskan penuh penghayatan,
Tapi ketenangan masih menolakku.

Amarah sesak dalam dada,
Mengiringiku tanpa jenuh,
Menghantui tiap jejak langkahku,
Bagai bayangan yang tak terpisahkan.

Amarah dalam Dada

Wahai amarahku...
Alunan musik akustik tak sanggup tenangkanmu,
Secangkir kopi pahit pun tak mampu meredammu,
Apakah kedamaianku tertinggal di belakang?.

Sesalku hari ini, lusa dan nanti
Akan terus mengalir dalam darahku,
Tapi jalan tak sepenuhnya tertutup buatku,
Walau sempit berduri takkan mengubur asaku.

one day, the right path will be shown lightly

Kumpulan Puisi
Puisi Galau: Amarah dalam Dada

Sunday, April 8, 2012

Kegalauan dalam Kehampaan

Kegalauan dalam Kehampaan

Ku terdiam di sela harumnya aroma tembakau,
Terasa asri walau menyerap setiap detik nafasku,
Teduhkan hati yang usang karena ketiadaan,
Walau ku tahu pikiranku tersesat dalam lorong hitam.

Jiwaku melayang diantara kehampaan malam,
Hatiku terendap di telaga waktu tak bersumber,
Pikiranku menebar kegalauan dalam keterasingan,
Apa yang sesungguhnya kucari dalam hidupku?.

Kehampaan dan Kekosongan pict

Ku coba menggabungkan titik-titik pengharapan,
Gelagat kekosongan yang hadir dalam dongeng mimpi.
Ku coba menyatukan garis-garis kehidupan,
Tak jua jawaban hadir menyapaku.

Sebait ingin yang belum tersampaikan,
Sepenggal harapan yang selalu ku nanti,
Biarlah waktu menjawab dalam pengembaraanku,
Mengisi kekosongan paradigma hidupku.

Kegalauan Hidup pict

Kumpulan Puisi Hampa
Kata-Kata Galau
Kegalauan dalam Kehampaan

Saturday, April 7, 2012

Sinar Mentari Hilang

Sinar Mentari Hilang

Melihat biru, bersinar terik mentari,
Berkilau tajam walau hanya sesaat.
Karena awan hitam sesekali bergeriliya,
Perlahan berstrategi mulai menyelimuti.

Terkadang aku iba,
Menyaksikan mentari berwajah muram,
Kalah dalam perang adalah takdirnya,
Dan hujan pun turun tak terelakkan.

Sinar Mentari

Tapi aku bersyukur,
Karena aku membenci angkuhnya sinar mentari,
Terasa menyengat, merobek kulitku,
Bersekutu dengan debu jalanan.

Andai masa silam terulang lagi,
Aku takkan pernah membencimu, wahai mentari,
Sinarmu yang terasa hangat penuh keikhlasan,
Memberi kehidupan, menuai pengharapan.
Akankah masa itu terulang lagi?.

Puisi Sinar Mentari Hilang

Friday, March 30, 2012

Puisi Hujan Tak Pasti

Hujan Tak Pasti

Malam belumlah tinggi,
Suara malam terdengar sepi,
Rembulan pun tiada berseri,
Terlelap dalam bumi yang letih.

Dimanakah para pengendara roda besi,
Yang biasa merusak telinga penuh duri,
Terkadang juga membenamkan diri dalam emosi,
Mungkin terbunuh rintikan hujan yang bergerigi.

Hujan Gerimis pict

Hujan datang lagi,
Tanpa visi, tak kenal sasi,
Membasahi tanah tanpa tempo yang pasti,
Datang dan pergi tanpa henti.

Para pedagang murung pucat pasih,
Memandang tetesan air hujan penuh dengki,
Berharap terang segera menanti,
Berdoa agar tiada merugi.

Berbeda dengan sepasang kekasih,
Menikmati malam dalam kehangatan harmoni,
Merajut cinta dengan berbagai posisi,
Hembusan nafas pun terdengar berambisi.

Hujan ... menjamahku di warung kopi,
Membuat suasana ngopi menjadi basi,
Online saja deh, melanjutkan misi,
Sekian dan terima kasih.

Waiting Rain pict

Kumpulan Puisi
Puisi Hujan Tak Pasti.

Friday, March 16, 2012

Puisi Musim Kemarau Hilang

Musim Kemarau Hilang

Siang tiada terang bersinar,
Sepoi angin menerjang dedaunan,
Keras terhempas tak berarah,
Pori-poriku serasa mati membeku.


Panas tak terasa, hujan pun tak kunjung datang,
Suasana semakin sejuk, teramat sangat,
Hingga tiada hasrat berpijak di bumi,
Musim apakah ini?, batinku menggumam.

Musim kemarau telah hilang,
Musim hujan berkunjung sesuka hati,
Teori dua musim sudah usang,
Begitupun persepsi para petani.

Alam telah di ujung kesabaran,
Membagi luka seperti yang kita tawarkan.
Wahai kawan,
Marilah kita bersahabat dengan alam.


Kumpulan Puisi selanjutnya:

Wednesday, March 14, 2012

Puisi Cerita Angin

Puisi Cerita Angin

Angin malam kembali berhembus,
Mengusik hati dan lagkahku,
Kabarkan kisahku padanya,
Aku masih tetap disini,
Walaupun aku meragukannya.


Harapan yang masih ada,
Merasakan apa yang dirasa,
Rindu kian bergelora didada,
Datanglah suka tanpa asa.

Pulanglah mengepakkan sayapmu,
Kan kusambut dengan rentangan tangan,
Hanya seulas senyum yang tergambar,
Tanpa ada kata terucap.

Rasa haru menyeruak di sudut rona,
Kasih takkan hilang oleh siapa,
Hingga bahagia menjelang,
Walau tak tau kapan masanya.


Kumpulan Puisi lainnnya:

Sunday, March 11, 2012

Puisi Rindu Bahagiaku

Puisi Rindu Bahagiaku

Terang menyapaku walau malam tiada berbintang,
Tiba-tiba secarik rindu melintas di hati,
Keinginan kembali dalam fitrahku,
Tapi bukanlah sesal yang ku ratapi,
Hanyalah kehgelisahan, ya kegelisahan,

Manusia bukan?,
Kegelisahan adalah jeda hidupku,
Berawal dari perjalanan mimpi-mimpiku,
Menunggu hilangnya nafas terakhirku,
Tapi tentu bukanlah kematian yang ku tunggu,karena itu pasti.


Pikirku kini bosan meradang,
Di antara jeda hidup dan kematian ku coba bangkit,
Berjalan dan terus mencari kedamaian hati,
Merobek setiap mimpi burukku dalam peraduan,
Hingga hati bersemayam di taman kalbu.

Ah, andai saja jedah itu terpenuhi,
Hutan rimba berubah menjadi ladang subur,
Gurun pasir menjelma menjadi taman mimpi,
Bebatuan karang menyemburkan mata air,
Semoga, ya semoga bukanlah asa mati.

Sesaat kebisingan jalan menyapaku,
Sadarkanku dari lamunan,
Mengakhiri rinduku akan bahagia,
Ku merindukanmu di seluruh ragaku.


Kumpulan Puisi Lainnya:
  • Puisi Rindu Bahagiaku
  • Puisi Rindu Kekasih
  • Syair Aku Rindu Kamu
  • Puisi Bintang Rindu
  • Cerpen Rindu
  • Puisi Rindu Ayah